Artikel

TIPS MERAWAT WASTAFEL AGAR TETAP CIAMIK

11 April 2024

Apakah Anda berpikir bahwa air sabun yang digunakan saat cuci tangan sekaligus dapat membersihkan wastafel? Jawabannya tidak. Limbah sabun bekas cuci tangan justru dapat membuat wastafel kotor jika tidak segera dibersihkan. Terlebih lagi, jika wastafel rutin digunakan, maka akan lebih mudah menjadi sarang penyakit dan kuman.

Oleh karena itu, wastafel harus sering dibersihkan dan dirawat dengan baik. Bagaimana caranya?

1. Rutin dibersihkan 

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan wastafel setiap kali selesai digunakan. Selain membersihkan bagian baknya, Anda perlu melakukan pengecekan secara berkala pada bagian saringannya. Hal ini dilakukan karena kemungkinan besar banyak sisa-sisa makanan atau rambut rontok yang dapat menyumbat wastafel.

Caranya mudah, buka pop up afur dan bersihkan saringannya. Kemudian, cek juga bagian botol afur dan saringan bagian bawah untuk dibersihkan. Biasanya, tampungan sisa limbah kotoran menumpuk pada bagian tersebut. Hal ini direkomendasikan untuk dilakukan sebulan sekali untuk menghindari aliran air tersumbat.


Pop up afur wastafel GB Sanitaryware. (Dok/GB Sanitaryware)

Pada bagian atas afur juga perlu dibersihkan dengan sabun cair agar sisa limbah kotor bersih kembali, baik pada bagian dalam maupun luar.

Badan wastafel yang terbuat dari bahan keramik perlu dibersihkan dengan sabun cair. Selain membasmi kuman atau bakteri, hal ini juga dilakukan untuk membersihkan bercak air yang menempel pada badan wastafel. Untuk wastafel yang terbuat dari kaca, gunakan cairan pembersih kaca untuk membersihkannya agar bisa kinclong kembali.


Membersihkan wastafel GB Sanitaryware. (Dok/GB Sanitaryware)

Saat membersihkan, baik pada badan wastafel, afur, maupun saringan bagian bawah, gunakan kain halus maupun sikat gigi bekas yang berbulu halus. Hindari menggunakan spons kawat agar tidak baret, terutama pada bagian afurnya. Kemudian, bilas menggunakan kain halus untuk memastikan tidak ada sisa sabun yang menempel.

2. Periksa bagian keran wastafel

Selain badan wastafel dan salurannya, hal penting yang perlu dilakukan adalah mengecek keran wastafelnya. Jika keran tidak berfungsi maksimal, maka wastafel tidak dapat digunakan secara maksimal pula.

Periksa saringan air atau filter keran air. Jangan sampai banyak tumpukan pasir sehingga air tidak mengalir maksimal atau tersumbat. Bersihkan juga cela-cela keran air menggunakan sikat gigi bekas. Biasanya, sisa-sisa sabun dan bercak air menempel pada bagian tuas keran. Pastikan pula keran air masih terpasang kencang pada wastafel agar tidak terjadi kebocoran.


Keran wastafel GB Sanitaryware. (Dok/GB Sanitaryware)

Terakhir, jangan lupa Anda melakukan pengecekan berkala pada bagian stop keran dan flexible. Jika stop keran dan flexible mulai kendur, kencangkan kembali agar berfungsi maksimal. Pastikan juga keduanya dalam kondisi bersih dan kinclong. Gunakan sikat gigi bekas dan sabun cair untuk membersihkannya jika keduanya tampak kotor.


Stop keran wastafel GB Sanitaryware. (Dok/GB Sanitaryware)

 

 

Penulis : Nathasya Elvira


Kembali ke Daftar Artikel