Artikel

Masalah Yang Sering Terjadi Pada Wastafel

03 Juni 2024

germanybrilliant.com - Masalah Yang Sering Terjadi Pada Wastafel | Wastafel atau bak cuci merupakan perlengkapan sanitary yang hampir digunakan pada setiap bangunan tempat tinggal. Wastafel bentuknya bervariasi. Ada yang berbentuk persegi, persegi panjang, bulat, oval, hingga trapesium.

Bak cuci ini bisa diletakkan di dalam maupun luar kamar mandi. Fungsinya pun beragam. Mulai dari menggosok gigi, mencuci tangan dan muka, bahkan jika bangunan tidak terlalu luas—apartemen misalnya—juga kerap dijadikan tempat cuci piring. Itulah sebabnya wastafel menjadi komponen penting pada rumah.

Karena rutin digunakan, wastafel rentan mengalami berbagai masalah atau kendala dalam penggunaannya. Bila terjadi masalah, tentu harus langsung segera ditangani. Jika tidak, aktivitas di rumah akan terhambat dan membuat repot.

Lantas, apa saja masalah atau kendala yang sering terjadi pada wastafel? Berikut penjelasannya.

1. Tekanan air rendah

Untuk menunjang aktivitas sehari-hari, wastafel dilengkapi dengan keran air. Biasanya, kendala yang paling sering muncul pada wastafel berasal dari keran air tersebut. Salah satunya tekanan air rendah atau tidak terlalu deras.

Penyebab paling umum dari masalah ini adalah terdapat kotoran atau endapan pada filter keran air tersebut. Jika tidak terdapat sumbatan, tetapi aliran air masih kecil, Anda perlu membuka cartridge keran untuk mengetahui apakah terjadi endapan kotoran di tempat tersebut. Selain itu, mengutip Happy Hiller, tekanan air rendah juga bisa disebabkan karena air pada bangunan tersebut mengandung banyak mineral.

2. Terjadi genangan pada wastafel

Masalah lain yang umum terjadi adalah terjadi genangan air pada wastafel. Sama seperti keran air, genangan ini terbentuk karena adanya endapan atau kotoran pada saringan wastafel atau afur sehingga aliran air tidak tidak lancar.

3. Muncul bau tak sedap

Karena digunakan terus menerus untuk berbagai aktivitas—terutama jika sering digunakan untuk membersihkan alat masak dan alat makan—wastafel rentan mengeluarkan bau tak sedap. Bayangkan saja jika semua sisa makanan dan kotoran menempel pada wastafel tersebut seperti apa bau yang akan muncul.

Namun, tidak semua wastafel bau dikaitkan dengan makanan, bisa saja terjadi masalah pada pipa pembuangan sehingga bau dari bawah naik ke permukaan wastafel. Untuk itu, Anda perlu membersihkan wastafel secara rutin. Setidaknya, bilas wastafel setelah digunakan dan lap dengan kain kering. Hindari meninggalkan wastafel dalam kondisi basah karena akan menyebabkan lembab dan bau.

4. Wastafel bocor

Di samping muncul bau tak sedap, wastafel juga rentan mengalami kebocoran. Wastafel bocor bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Pipa tersumbat

Hal ini bisa disebabkan karena adanya kotoran yang masuk ke dalam pipa. Dengan banyaknya tumpukan kotoran, tentu akan menyebabkan pipa tersumbat dan mengalami keretakan. Keretakan tersebutlah yang bisa menyebabkan kebocoran pada pipa.

  • Kualitas pipa menurun

Penyebab lain wastafel bocor adalah kualitas pipa yang menurun. Seperti benda lainnya, semakin lama digunakan, maka kualitas benda semakin menurun. Meskipun saat ini terdapat pipa yang berkualitas dan tahan lama, tapi seiring berjalannya waktu kualitas pipa akan menurun. Pada akhirnya, pipa tidak kuat menahan air dan menimbulkan kebocoran.

  • Sambungan pipa bocor

Wastafel bocor juga bisa disebabkan karena sambungan pipa bocor. Segera kencangkan sambungan pipa agar kebocoran terhenti dan pastikan tidak ada retakan pada sambungan pipa.

 

Rekomendasi Baca: Rekomendasi Wastafel Kabinet Yang Estetik dan Multifungsi Untuk Kamar Mandi

 

Penulis : Nathasya Elvira


Kembali ke Daftar Artikel