
Gaya hidup minimalis telah menjadi tren beberapa tahun belakangan ini, terutama pada generasi milenial. Makna ‘minimalis’ yang sebenarnya mengacu pada konsep estetika dalam menata ruangan. Namun, prinsip ini dapat diaplikasikan dalam aspek kehidupan sehari-hari, lho!
Menjalani prinsip hidup minimalis dapat mengurangi segala hal yang berlebihan. Sebab, gaya hidup ini mengajak kita untuk memisahkan sesuatu hal yang tidak dibutuhkan atau diganti dengan yang lebih bermanfaat. Setuju nggak?
Tapi, tahu nggak, sih, menerapkan gaya hidup minimalis bukanlah hal yang mudah dilakukan. Dibutuhkan keinginan dan tujuan yang kuat agar bisa terus komitmen menjalaninya.
Nah, kalau sobat GB ingin menerapkan gaya hidup minimalis, berikut beberapa hal mendasar yang perlu dilakukan.
1. Tentukan tujuannya
Hal penting yang perlu dilakukan sebelum menerapkan gaya hidup minimalis adalah mengetahui tujuannya. Apakah itu karena ingin berhemat, punya banyak waktu dengan anggota keluarga, atau karena hal lain yang memang bermakna untuk diri sendiri.
Mengetahui tujuan gaya hidup minimalis ini penting. Karena sobat GB bisa memiliki hidup yang lebih bermakna dan mempunyai tujuan baik.
2. Pilah barang yang tidak digunakan
Salah satu cara untuk menerapkan hidup minimalis adalah melakukan pengurangan barang secara bertahap. Agar lebih mudah, sobat GB bisa melakukannya satu per satu setiap minggunya dan dimulai dari kamar kamu sendiri. Pasalnya, ruangan pertama yang dibersihkan akan menjadi tolok ukur untuk ruangan lainnya.
3. Fokus pada satu area di dalam ruangan
Saat merapikan ruangan, seperti kamar salah satunya, utamakan area-area yang sering digunakan. Misalnya saja meja rias. Segera pisahkan barang menjadi tiga kategori, seperti barang yang harus dibuang, disimpan, dan diberikan ke orang lain. Setelah selesai merapikan meja rias, kamu bisa berpindah ke area lainnya.
4. Menyimpan barang yang diperlukan
Ketika memilah barang yang ingin disimpan, dibuang, dan diberikan kepada orang lain, tentunya kita akan merasa bingung. Pasti ada saja alasan yang membuat kita akhirnya menyimpan barang tersebut padahal tidak terlalu dibutuhkan.
Hal itu wajar, kok. Cukup tanyakan pada diri sendiri, apakah barang tersebut bermakna dan memberikan keuntungan dalam rumah? Atau, apakah barang tersebut membantu menciptakan hunian yang diinginkan atau justru jadi pengganggu? Jika sudah menemukan jawabannya, kamu bisa menentukan apakah barang itu akan disimpan atau dibuang.
Jika akan disimpan, kamu bisa menggunakan kabinet atau lemari penyimpanan di gudang. Kemudian, barang-barang yang akan disimpan atau digunakan di lain waktu bisa diletakkan di dalam kabinet tersebut.
5. Pilih barang yang bermakna untuk dekorasi rumah
Kita tentu ingin menciptakan hunian yang sesuai dengan selera dan karakter kita masing-masing. Oleh karena itu, kita selalu berusaha membeli banyak barang supaya bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, kalau benar-benar ingin menerapkan gaya hidup minimalis, kamu harus bisa membatasi diri.
Pilihlah barang-barang dekorasi yang bermakna dan berfungsi untuk menunjang semua aktivitas di dalam rumah. Selain itu, hindari membeli perlengkapan dekorasi hanya untuk membuat rumah menjadi estetik. Jika sudah terlanjur melihat, pikirkan baik-baik sebelum membeli. Apakah membutuhkan barang tersebut atau hanya keinginan semata? Hal ini berlaku untuk semua barang, ya. Mulai dari bahan makanan, pakaian, make up, aksesoris, hingga perlengkapan rumah tangga yang membuat rumah menjadi sempit.
Agar hidup semakin simple dan minimalis, kamu bisa menggunakan perlengkapan sanitasi dengan teknologi pintar. Seperti smart kloset, keran sensor, hingga floor drain yang berkualitas. Produk sanitasi ini bisa kamu dapatkan di GB Sanitaryware. Informasi lebih lanjut, kunjungi website GB Sanitaryware atau instagram @gbsanitary1.
Penulis: Nathasya Elvira